Materi Ke 7 Teori Penawaran Islam (TEORI MAKRO MIKRO
EKONOMI ISLAM)
Disusun Oleh :
Kelompok 3
Agus Suparman
Dini Laila Qodariah
Diya Nadiyati M H
Ishaq Fatoni
Rijal Nurjaman
Yusuf Sulaeman
1. Teori Penawaran Islami
Membahas teori penawaran Islam , kita harus kembali kepada
sejarah penciptaan manusia. Bumi dan manusia tidak diciptakan pada saat yang
bersamaan. Bumi berevolusi sedemikian rupa sampai suatu saat segalanya siap
untuk manusia, ketika itulah manusia pertama diciptakan dan diturunkan kemuka
bumi. Dalam memanfaatkan alam yang telah disediakan Allah bagi keperluan
manusia larangan yang harus dipatuhi adalah: janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi. Larangan ini tersebar
dibanyak tempat didalam al-qur’an dan betapa Allah sangat membenci mereka yang
berbuat kerusakan dimuka bumi. Meskipun defenisi kerusakan tersebut sangat luas
akan tetapi dalam kaitannya dalam produksi, larangan tersebut memberi arahan
nilai dan panduan moral. Produksi islami bukan hanya dilarang mengakibatkan
kerukan dalam memanfaatkan alam dan lingkungan, artinya ia tidak boleh
mengakibatkan hutan menjadi gundul dan berobah menjadi lahan kritis yang
mengakibatkan banjir dan longsor, menimbulkan polusi yang diatas ambang batas
yang aman bagi kesehatan. Aturan etika dan moral yang membatasi kegiatan
produksi kegiatan tersebut tentu saja berpengaruh terhadap fungsi penawaran
barang dan jasa. Sebagai contoh, apabila suatu proses produksi, menghasilkan
polusi, maka biaya lingkungan dan sosial tersebut harus dihitung dalam ongkos
produksi sehingga ongkos meningkat dan penawaran akan berkurang. Dampaknya
kurva penawaran akan bergeser kekiri.
2. Pengaruh Zakat terhadap Penawaran
Pengaruh zakat terhadap penawaran dapat dilihat dari dua
sisi. Yang pertama adalaha melihat pengaruh kewajiban membayar zakat terhadap
perilaku penawaran. Dalam hal ini dicontohkan zakat perniagaan. Di sisi lain
adalah pengaruh zakat produktif, yakni alokasi zakat untuk kegiatan produktif
dari mustahik terhadap kurva penawaran.
Zakat yang dikenakan kepada hasil produksi adalah zakat
perniagaan, yang baru dikenakan apabila hasil produksi dijual dan hasil
penjualan telah memenuhi nishab (batas minimal harta yang menjadi objek zakat
yaitu setara 96 gram emas) dan haul (batas minimal waktu harta tersebut
dimuliki yaitu satu tahun). Bila nishab dan haul telah terpenuhi, maka wajiblah
dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.
Objek zakat perniagaan adalah barang yang diperjualbelikan.
Menurut adiwarman karim, pengenaan zakat perniagaan tidak berpengarah terhadap
kurva penawaran, tidak seperti pajak yang mengakhibatkan komponen biaya
meningkat. Justru, adanya pengenaan zakat perniagaan membuat perilaku
memaksimalkan keuntungan berjalan seiiring dengan perilaku memaksimalkan zakat.
Artinya, jika seorang produsen memaksimalkan keuntungannya, pada saat yang
bersamaan ia memaksimalkan besarnya zakat yang dibayarkan.
Jika kita membahas sisi pemanfaatan
zakat untuk kegiatan produktif dari mustahik, dapat diduga bahwa zakat yang
diberikan itu akan membuka peluang untuk dapat memproduksi sesuatu. Karena
zakat yang disalurkan biasanya bebbentuk qardhul hasan, maka tidak ada biaya
atas penggunaan zakat sebagai faktor produksi. Dengan demikian, mustahik yang menjadi produsen dengan dana
zakat yang produktif dapat menawwarkan barang/ jasa dengan biaya yang lebih
kompetitif, akhibatnya akan meningkatkan penawaran. Kurva penawaran akan
bergeser ke bawah akibat dukungan dana zakat produktif tersebut.
3. Kurva Penawaran Jangka Pendek
Apabila harga berada pada saat MC
sama denagn AVC, maka titik perpotongan ini disebut titik impas jangka pendek
(short runbreak-even point). Dimana pada harga ini produsen tidak mendapatkan
laba ekonomis, namun hanya mencapai tingkat BEP saja.dengan demikian, titik
impas tersebut hanya akan beroperasi pada saat harga diatas AVC. Untuk
mendapatkan tingkat keuntungan optimal produsen akan berproduksi ketika MC=MR ,
apabila kita diansumsikan pasar bersifat persaingan sempurna maka harga (p)
juga berfungsi sebagai MR. dengan demikian, MC=P+MR, bila harga yang berlaku
dipasar dalam jangka pendek adalah P*maka produsen akan memperoleh keuntungan
ekonomis sebesar P*E*QS.
Kurva penawaran jangka pendek dari
suatu sector industry secara keseluruhan dapat dirumuskan lewat penjumlahan
horizontal seluruh kurva penawaran jangka pendek masing-masing perusahaan.
4. Marginal
Cost dan Kurva Penawaran
Biaya marginal/ marginal cost (MC) yaitu biaya tambahan yang diperlukan untuk tambahan satu unit
produk yang dihasilkan. Munculnya MC karena adanya perluasan produksi yang
dilakukan perusahaan dalam rangka menambah jumlah produk yang dihasilkannya. MC
dapat dihitung dengan cara membagi tambahan TC (∆TC).
Jadi, MC dapat dirumuskan
sebagai berikut:
MC =
Keterangan:
MC= Biaya marginal (marginal cost)
∆Q= Perubahan kualitas barang dan
jasa
Dalam jangka pendek perusahaan akan
memaksimalkan labanya dengan memilih jumlah output dimana harga sama dengan
marginal cost.selama tingkat harga tersebut lebih besar dari pada nilai nominal
biaya variable rata-rata (average variable cost ,AVG). jika kedu keadaan
tersebut terpenuhi, maka itulah kurva penawaran.
Untuk setiap tingkat harga dibawah
minimum AVC, jumlah yang ditawarkan adalah nihil. Pada tingkat harga sama
dengan AVC, jumlah yang ditawarkan adalah Q untuk setiap tingkat harga diatas
AVC, jumlah yang ditawarkan digambarkan oleh kurva MC. Misalnya, pada tingkat
harga sama dengan ATC, jumlah yang ditawarkan adalah Q, jadi kurva penawaran
adalah kurva marginal cost yang diatas AVC.
5. Producer’s
Surplus
Selisih antara total revenue dengan
total variable cost disebut producer surplus atau quasi rent.” Producer surplus
dapat dihitung dengan dua cara:
1. Cara pertama yaitu:
Secara matematis, total revenue adalah hasil kali P*Q*.
sedangkan total variable cost adalah hasil kali AVC dengan Q*. selisih
diantaranya digambarkan dengan segi empat yang diarsir yaitu hasil kali antara
(P*-AVC) dengan Q*. inilah yang disebut producer surplus. Secara matematis
ditulis:
Producer surplus =TR-TVC
= (P×Q)-(AVC×Q)
= (P-AVC)×Q
2.
Cara Keduanya Yaitu:
Cara Lain Untuk Menghitung producer
surplus sebagai berikut. Perhatikanlah bahwa variable cost untuk memproduksi 1
unit output sama dengan marginal cost pada jumlah output 1 unit. Variable cost
untuk memproduksi 2 unit output sama dengan marginal cost pada jumlah output
satu unit ditambah marginal cost pada jumlah 2 unit , dan seterusnya. Sehingga
VC(Q)=MC(1)+ MC(2) +….+MC(Q)
Cara
pertama lebih mudah untuk menghitung total producer surplus .sedangkan cara
kedua lebih berguna untuk menghitung perubahan dari producer surplus yang telah
ada (existing producer surplus).