Selasa, 25 April 2017


Materi Ke 7 Teori Penawaran Islam (TEORI MAKRO MIKRO EKONOMI ISLAM)
Disusun Oleh :
Kelompok 3

Agus Suparman
Dini Laila Qodariah
Diya Nadiyati M H
Ishaq Fatoni
Rijal Nurjaman
Yusuf Sulaeman


1. Teori Penawaran Islami
  Membahas teori penawaran Islam , kita harus kembali kepada sejarah penciptaan manusia. Bumi dan manusia tidak diciptakan pada saat yang bersamaan. Bumi berevolusi sedemikian rupa sampai suatu saat segalanya siap untuk manusia, ketika itulah manusia pertama diciptakan dan diturunkan kemuka bumi. Dalam memanfaatkan alam yang telah disediakan Allah bagi keperluan manusia larangan yang harus dipatuhi adalah: janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi. Larangan ini tersebar dibanyak tempat didalam al-qur’an dan betapa Allah sangat membenci mereka yang berbuat kerusakan dimuka bumi. Meskipun defenisi kerusakan tersebut sangat luas akan tetapi dalam kaitannya dalam produksi, larangan tersebut memberi arahan nilai dan panduan moral. Produksi islami bukan hanya dilarang mengakibatkan kerukan dalam memanfaatkan alam dan lingkungan, artinya ia tidak boleh mengakibatkan hutan menjadi gundul dan berobah menjadi lahan kritis yang mengakibatkan banjir dan longsor, menimbulkan polusi yang diatas ambang batas yang aman bagi kesehatan. Aturan etika dan moral yang membatasi kegiatan produksi kegiatan tersebut tentu saja berpengaruh terhadap fungsi penawaran barang dan jasa. Sebagai contoh, apabila suatu proses produksi, menghasilkan polusi, maka biaya lingkungan dan sosial tersebut harus dihitung dalam ongkos produksi sehingga ongkos meningkat dan penawaran akan berkurang. Dampaknya kurva penawaran akan bergeser kekiri.
2. Pengaruh Zakat terhadap Penawaran
Pengaruh zakat terhadap penawaran dapat dilihat dari dua sisi. Yang pertama adalaha melihat pengaruh kewajiban membayar zakat terhadap perilaku penawaran. Dalam hal ini dicontohkan zakat perniagaan. Di sisi lain adalah pengaruh zakat produktif, yakni alokasi zakat untuk kegiatan produktif dari mustahik terhadap kurva penawaran.
Zakat yang dikenakan kepada hasil produksi adalah zakat perniagaan, yang baru dikenakan apabila hasil produksi dijual dan hasil penjualan telah memenuhi nishab (batas minimal harta yang menjadi objek zakat yaitu setara 96 gram emas) dan haul (batas minimal waktu harta tersebut dimuliki yaitu satu tahun). Bila nishab dan haul telah terpenuhi, maka wajiblah dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5%.
Objek zakat perniagaan adalah barang yang diperjualbelikan. Menurut adiwarman karim, pengenaan zakat perniagaan tidak berpengarah terhadap kurva penawaran, tidak seperti pajak yang mengakhibatkan komponen biaya meningkat. Justru, adanya pengenaan zakat perniagaan membuat perilaku memaksimalkan keuntungan berjalan seiiring dengan perilaku memaksimalkan zakat. Artinya, jika seorang produsen memaksimalkan keuntungannya, pada saat yang bersamaan ia memaksimalkan besarnya zakat yang dibayarkan.
Jika kita membahas sisi pemanfaatan zakat untuk kegiatan produktif dari mustahik, dapat diduga bahwa zakat yang diberikan itu akan membuka peluang untuk dapat memproduksi sesuatu. Karena zakat yang disalurkan biasanya bebbentuk qardhul hasan, maka tidak ada biaya atas penggunaan zakat sebagai faktor produksi. Dengan demikian, mustahik yang menjadi produsen dengan dana zakat yang produktif dapat menawwarkan barang/ jasa dengan biaya yang lebih kompetitif, akhibatnya akan meningkatkan penawaran. Kurva penawaran akan bergeser ke bawah akibat dukungan dana zakat produktif tersebut.
3. Kurva Penawaran Jangka Pendek
Apabila harga berada pada saat MC sama denagn AVC, maka titik perpotongan ini disebut titik impas jangka pendek (short runbreak-even point). Dimana pada harga ini produsen tidak mendapatkan laba ekonomis, namun hanya mencapai tingkat BEP saja.dengan demikian, titik impas tersebut hanya akan beroperasi pada saat harga diatas AVC. Untuk mendapatkan tingkat keuntungan optimal produsen akan berproduksi ketika MC=MR , apabila kita diansumsikan pasar bersifat persaingan sempurna maka harga (p) juga berfungsi sebagai MR. dengan demikian, MC=P+MR, bila harga yang berlaku dipasar dalam jangka pendek adalah P*maka produsen akan memperoleh keuntungan ekonomis sebesar P*E*QS.
Kurva penawaran jangka pendek dari suatu sector industry secara keseluruhan dapat dirumuskan lewat penjumlahan horizontal seluruh kurva penawaran jangka pendek masing-masing perusahaan.
4. Marginal Cost dan Kurva Penawaran
Biaya marginal/ marginal cost (MC) yaitu biaya tambahan yang diperlukan untuk tambahan satu unit produk yang dihasilkan. Munculnya MC karena adanya perluasan produksi yang dilakukan perusahaan dalam rangka menambah jumlah produk yang dihasilkannya. MC dapat dihitung dengan cara membagi tambahan TC (∆TC).
Jadi, MC  dapat dirumuskan sebagai berikut:
MC =

Keterangan:
MC= Biaya marginal (marginal cost)
∆TC= Perubahan biaya total (total cost)
∆Q= Perubahan kualitas barang dan jasa
Dalam jangka pendek perusahaan akan memaksimalkan labanya dengan memilih jumlah output dimana harga sama dengan marginal cost.selama tingkat harga tersebut lebih besar dari pada nilai nominal biaya variable rata-rata (average variable cost ,AVG). jika kedu keadaan tersebut terpenuhi, maka itulah kurva penawaran.
Untuk setiap tingkat harga dibawah minimum AVC, jumlah yang ditawarkan adalah nihil. Pada tingkat harga sama dengan AVC, jumlah yang ditawarkan adalah Q untuk setiap tingkat harga diatas AVC, jumlah yang ditawarkan digambarkan oleh kurva MC. Misalnya, pada tingkat harga sama dengan ATC, jumlah yang ditawarkan adalah Q, jadi kurva penawaran adalah kurva marginal cost yang diatas AVC.

5. Producer’s Surplus
Selisih antara total revenue dengan total variable cost disebut producer surplus atau quasi rent.” Producer surplus dapat dihitung dengan dua cara:
1.      Cara pertama yaitu:
Secara matematis, total revenue adalah hasil kali P*Q*. sedangkan total variable cost adalah hasil kali AVC dengan Q*. selisih diantaranya digambarkan dengan segi empat yang diarsir yaitu hasil kali antara (P*-AVC) dengan Q*. inilah yang disebut producer surplus. Secara matematis ditulis:
       Producer surplus =TR-TVC
                           = (P×Q)-(AVC×Q)
                           = (P-AVC)×Q
2.      Cara Keduanya Yaitu:
          Cara Lain Untuk Menghitung producer surplus sebagai berikut. Perhatikanlah bahwa variable cost untuk memproduksi 1 unit output sama dengan marginal cost pada jumlah output 1 unit. Variable cost untuk memproduksi 2 unit output sama dengan marginal cost pada jumlah output satu unit ditambah marginal cost pada jumlah 2 unit , dan seterusnya. Sehingga VC(Q)=MC(1)+ MC(2) +….+MC(Q)
Cara pertama lebih mudah untuk menghitung total producer surplus .sedangkan cara kedua lebih berguna untuk menghitung perubahan dari producer surplus yang telah ada (existing producer surplus).