Semangat dalam Hidup
Temaram lampu bohlam di taman bunga, seseorang berbaju
putih kusut dengan bauran kotoran tanah diwajah dan bajunya. Ia berjalan
menyusuri jalan ditaman itu, dengan membawa karung dan tongkat pengambil
sampah. Keringat dikepala dan badannya mulai bercucuran. Namun ia terus saja
berjalan dan mencari barang-barang yang dapat ia pungut lalu akhirnya dapat ia
jual. Tak pantang menyerah ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mencari Sesuap nasi dan lauk pauk untuk anak dan istrinya ia lakukan setiap
hari dalam tumpukan sampah yang ada di pinggir jalan. Tak ada katanya menyerah,
tak ada kata putus asa, semua itu ia lakukan dengan penuh rasa ikhlas, dan ia
lakukan untuk mendapat ridhonya dari Allah SWT. Teriknya matahari, derasnya air
hujan, serta hembusan angin tak kan mampu mematahkan semangatnya dalam hidunya.
Doa dan kerja keras selalu ia lakukan setiap hari, karena
hal itulah yang membuat tekad ia tidak menjadi berubah. Niat yang tulus dalam
hatinya slalu menjadi motivasi dalam dirinya agar mampu bertahan hidup di dunia
ini. Senyuman si kecil dan sang istrinya pun membuat ia terus bangkit dan tetap
hidup dalam pedihnya kehidupan dunia ini. Pahit memang ia rasakan dalam lika
liku perjalanan ini, namun ia tak pantang arang untuk menggapai kebahagiaan
hidup. Karena dalam ingatannya setiap orang itu berhak untuk bahagia dan hidup
layak, sesuai dengan kemampuannya sendiri. Roda kehidupan pasti akan terus
berputar, kadang diatas kadang dibawah, dan terkadang diantara keduanya.
Hari mulai gelap, namun ia masih saja menyusuri jalan dan
tetap mencari sampah yang akan ia jual. Kemudian, seseorang dengan mobil mewah
membuka jendela mobilnya dan kemudian melemparkan sesuatu keluar, dan apa yang
terjadi ternyata seseorang telah membuang sampah sembarangan ke jalan. Lalu ia
berkata dalam hatinya :”mungkin orang itu tak pernah memahami tentang hidup ini
dan tidak sadar akan lingkungan disekitarnya. Wes ora popolah yang penting
malam ini aku bisa jual sampah ini, dan aku akan dapat uang. Ya mudah-mudahan
pekerjaanku ini sing jadi manfaat bagi lingkungan dan orang banyak.” Kemudian
ia memungut sampah tersebut dan akhirnya ia pun pulang karena hari mulai larut
tengah malam.
Tak terasa sepanjang perjalanan ia terus saja berdoa agar
ia slalu dilindungi dan diberikan keberkahan dalam pekerjaannya dan setiap yang
ia lakukan semoga menjadi amal ibadah yang sangat bernilai disisi Allah.
Akhirnya langkah kakinya sudah sampai didepan pintu rumahnya,
“tok...tok...assalamualaikum...bu...bu... bapak pulang,,,,” tak lama kemudian
sang istri mendekati pintu tersebut, “ia pak, sebentar,,,” pintu pun langsung
dibuka dan bapak tersebut langsung masuk ke dalam rumah dan sang istri langsung
menyiapkan minuman dan makanan untuk suaminya tersebut. Ya memang makanan dan minuman
seadanya saja yang menjadi sumber makanannya. Tak perlu mewah dengan apa yang
ia makan, cukup dengan nasi dan tahu atau tempe saja sudah membuat perutnya
kenyang. Karena dalam pikirannya soal makanan itu tak perlu dikhawatirkan,
sudah bisa makan nasi saja sudah untung dan tidak menjadi kelaparan. Tak lama
kemudian sang istri bertanya kepada suaminya : “pak, gimana kerja hari ini,,,
bapak dapat pungutan sampah banyak ?” kemudian si bapak tersebut menjawab :
“alhamdulillah bu,, hari ini bapak lumayan dapat hasil pungutan lebih banyak,
jadi besok kita bisa jual dan dapat uang banyak dari penjualan itu.” Kemudian,
sang istri merasa gembira atas kerja keras yang dilakukan suaminya.
Akhirnya, tak terasa waktu terus berjalan dan menunjukkan
sudah pukul 12 malam. Kemudian mereka mengakhiri percakapannya, dan memutuskan
untuk beristirahat. Akan tetapi, si bapak tersebut tidak langsung istirahat, ia
melakukan sembahyang malam dan berdoa kepada Allah SWT atas rizki yang tlah ia
dapatkan pada hari ini, dan semoga di esok hari akan terus mendapatkan
kemudahan dalam setiap langkahnya dalam perjalanan hidupnya. Selain itu juga,
ia berdoa agar ia dan keluarganya slalu diberikan kesehatan yang baik dan tetap
bahagia dalam setiap keadaan apapun.
By : DNMH
Sesulit apapun perjalanan hidup ini, kita harus bisa menghadapinya. Dan
terkadang senyuman kecil kita pun tak kan mampu menutupi segala kepedihan dan
pahitnya perjalanan hidup ini.slalu berusaha dan berdoalah yang akan menjadi
kekuatan dalam hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar